Kecuali Anda kura-kura, saya rasa semua setuju, tidak ada yang suka dengan website lambat. Ya, saya juga begitu (saya bukan kura-kura).

Berkaitan dengan kecepatan website, riset yang dilakukan Amazon, menghasilkan kesimpulan yang mengejutkan.

Tiap 1 detik website amazon melambat, Amazon mengalami kerugian $1,3 milyar pertahun.

Riset lain yang dilakukan Akamai and Gomez.com, menunjukkan, 79% pembeli yang tidak puas dengan kecepatan website, tidak akan kembali. Selain itu 40% pengunjung akan meninggalkan website jika waktu muat (load time) website lebih dari 3 detik.

Memang tidak semua website akan mengalami kerugian sebesar Amazon. Namun sudah jelas Anda akan kehilangan pengunjung potensial jika website Anda lambat.

Selain untuk kenyamanan pengunjung website Anda, website yang cepat juga mendapat bonus lain.

Google mulai memperhitungkan kecepatan website dalam algoritma mereka. Website yang cepat mendapatkan prioritas dalam SEO. Memang efeknya masih sangat sedikit, tapi setidaknya ini merupakan nilai lebih untuk website yang cepat.

Perjalanan Menuju 700% Lebih Cepat

Karena saya ingin melakukan kegiatan blogging di website ebisee, maka platfom yang saya pilih sangat jelas: WordPress.

Kombinasi antara WordPress dan plugin memungkinkan kita membuat website dengan sedikit / tanpa coding.

Total waktu yang saya butuhkan untuk membuat website ini sekitar 48 jam. Cukup cepat bukan?

Setelah tampilan dan konten website selesai dibuat, hal berikutnya yang saya perhatikan adalah kecepatan website.

Untuk mengetes kecepatan website saya menggunakan gtmetrix, dan hasilnya adalah:

Ukuran halaman 5MB dan waktu muat 15 detik.

Karena awalnya saya tidak berniat membuat artikel ini, mohon maaf saya tidak menyimpan screenshoot hasil Gtmetrix tersebut. Jadi dalam hal ini, Anda harus percaya bahwa pada awalnya website ebisee sangat luar biasa… lambat.

Pilihan Web Hosting

Hasil di atas tidak bisa saya toleransi, saatnya mencari penyebab masalah ini.

Kecepatan website sangat ditentukan oleh web hosting yang Anda gunakan. Seringkali, dengan cukup berpindah paket / perusahaan hosting, masalah website lambat bisa teratasi.

Website Ebisee menggunakan VPS dari Vultr, Vultr merupakan penyedia VPS yang sudah teruji kecepatannya pada banyak website yang saya buat. Jadi dalam hal ini, Vultr bukan penyebab masalah.

Apabila Anda membutuhkan rekomendasi web hosting, sekaligus belajar membuat website lebih detail, silahkan kunjungi website saya yang lain di Duelhosting.

Optimasi Gambar

Cara paling mudah untuk mempercepat waktu muat website adalah dengan memperkecil ukuran gambar.

Ada banyak aplikasi yang berfungsi memperkecil ukuran gambar tanpa mengurangi kualitas. Untuk pengguna WordPress cara paling mudah adalah dengan memasang plugins WordPress, seperti EWWW Image Optimizer atau Kraken Image Optimizer. Dengan plugins seperti ini, Anda tinggal mengupload gambar dan plugin ini otomatis memperkecil ukuran gambar yang Anda upload.

Jika Anda tidak memakai WordPress atau memiliki banyak sekali gambar, maka aplikasi komputer lebih cocok digunakan. Beberapa contoh aplikasi adalah RIOT atau FileOptimizer.

Yang ketiga adalah web aplikasi. Dan inilah yang saya gunakan. Alasannya adalah: Ukuran. Saya sudah membandingkan berbagai aplikasi diatas dan hasilnya imageoptim yang paling memberikan hasil rata-rata terkecil tanpa ada penurunan kualitas gambar.

Menggunakan CDN

CDN cloudflare

Kurang lebih CDN (Content Delivery Network) itu mirip dengan web hosting, perbedaan utamanya CDN memiliki banyak komputer server yang ditempatkan di berbagai negara.

Misalnya lokasi pengunjung website Anda dari amerika, dan web hosting Anda berada di Indonesia. Tentu saja akses website Anda akan lebih cepat jika lokasi web hosting Anda berada di Amerika juga kan?

CDN mengatasi masalah tersebut. Dengan menggunakan CDN, file penting website Anda akan disebar di berbagai negara, dan pengunjung website Anda akan dilayani oleh server CDN yang paling dekat dengan lokasi mereka.

Cloudflare merupakan penyedia CDN yang saya pilih, alasannya karena Cloudflare memiliki banyak fitur yang mempercepat performa website. Dan juga karena layanan Cloudflare itu gratis. *Hei kalau ada yang gratis, kenapa tidak? ;).

Menggunakan Cache

“Pasangan” dari CDN adalah cache. Cara kerja cache adalah ketika pengunjung membuka website untuk pertama kali, beberapa file website akan disimpan di komputer pengunjung. Pada kunjungan berikutnya, file yang diakses bukan lagi dari server website tapi dari komputer pengunjung. Metode ini tentu saja jauh lebih cepat karena file berada di hard disk komputer pengunjung tersebut.

Plugin cache yang kami gunakan adalah buatan WP Rocket. Ini bukan plugin gratis, untuk plugin cache gratis Anda bisa menggunakan W3 Total Cache, WP Super Cache atau yang lainnya.

Mengurangi HTTP Request

Performance-Analyserr

Pernahkan Anda memasang plugins facebook like atau menyematkan video dari youtube ke website Anda? Ini yang saya maksud dengan HTTP Request.

Facebook atau YouTube, merupakan website lain yang berada di “luar” website Anda. Ketika Anda melakukan hal yang saya sebutkan diatas, website Anda terlebih dahulu “menghubungi” website “luar” tersebut. Hal ini mempengaruhi kecepatan  Anda.

Untuk mengetahui HTTP Request pada website tertentu, Anda bisa menginstall ektensi chrome Performance-Analyser. Jumlah HTTP Request bisa dilihat pada bagian Request by Domain.

Untuk website Ebisee sendiri ada 3 macam HTTP Request, yaitu ke gravatar, tool tracking dan YouTube.

  • Optimasi Gravatar

Gravatar merupakan icon / foto profile user yang biasanya bisa Anda lihat pada kolom komentar. WordPress menyimpan icon / gravatar itu di website gravatar.com.

Solusi agar website Ebisee tidak “memanggil” server gravatar adalah menyimpan gravatar di website Ebisee. Plugin WordPress yang saya gunakan adalah Harrys Gravatar Cache.

  • Optimasi Tool Tracking

Sekarang saatnya mengoptimalkan tool tracking seperti google analytics, dan semacamnya.

Apabila Anda misalnya menginstall 4 tool tracking, maka artinya ada 4 tambahan HTTP Request. Untuk mengatasinya saya menggunakan Google Tag Manager. Dengan menggunakan Google Tag manager, HTTP Request bisa dikurangi menjadi 1 saja, yaitu hanya ke server Google Tag Manager.

Selain mengurangi HTTP Request, Google Tag Manager juga sangat memudahkan dalam proses managemen berbagai tool tracking.

  • Optimasi YouTube

Sebelum membicarakan youtube, saya memiliki satu tip. Jika Anda ingin menampilkan video di website Anda, jangan pernah mengupload file video tersebut ke web hosting Anda. Alasan utamanya adalah: kecepatan.

Video merupakan file yang berukuran besar, web hosting tidak di desain untuk streaming video, akibatnya jika video diputar oleh beberapa orang bersamaan yang terjadi adalah buffering (putus-putus). Selain itu file video akan menguras bandwith website Anda. Solusinya adalah dengan mengupload video ke website khusus video streaming, seperti YouTube atau Wistia.

Sekarang saatnya berbicara optimasi YouTube. Ebisee memiliki Jasa Pembuatan Video. Untuk menampilkan beberapa contoh video yang sudah kami buat, saya mengupload file video ke YouTube, dan menyematkan (embed) di website ini. Masalahnya video YouTube ini sangat membebani website Ebisee. Ketika saya lihat di Gtmetrix, 4 file youtube ini menambah ukuran website sebanyak 4 MB, dan berkontribusi besar memperlambat loading website ini.

Solusinya adalah menunda koneksi ke youtube (defer). Koneksi baru dibuat saat video diputar. Dan plugins gratis WordPress yang mampu melakukan itu adalah Lazy Load for Videos. Plugins ini sangat mudah digunakan, Anda hanya cukup menginstall plugin ini dan optimasi otomatis bekerja.

Fakta Seru: Untuk mengetahui banyaknya HTTP Request, saya tidak menggunakan Performance-Analyser. Tapi ektensi blokir iklan, uBlock Origin.

Hasil Akhir

Setelah semua proses optimasi selesai, saatnya melakukan benchmark Gtmetrix.

Hasilnya? Biarkan gambar di bawah yang “berbicara”.

kecepatan website ebisee gtmetrix

Catatan: Server hosting Ebisee berada di Singapura, karena Gtmetrix tidak memiliki server Singapura ataupun Indonesia, maka untuk test ini saya memilih satu-satunya server Asia yang ada, yaitu Cina.

Seperti yang terlihat di gambar, dari ukuran awal yang 5MB, website Ebisee sekarang hanya berukuran 492KB. Waktu muat juga jauh meningkat (atau menurun?) dari 15 detik menjadi hanya 1,3 detik.

Misi mempercepat website saya anggap selesai. Jika Anda ingin mempercepat loading atau waktu tunggu website Anda, Artikel ini bisa Anda praktekkan.

Untuk Anda yang enggan melakukan sendiri atau membutuhkan Jasa Pembuatan Website, silahkan hubungi kami. Kami akan membuat website Anda “semenarik” dan secepat mungkin.

Ada pertanyaan atau komentar? gunakan kolom komentar di bawah ini.

 

Beta SK. Biasa dipanggil Beta. Nama Beta ini tidak ada hubungannya dengan versi software. Saya adalah founder Ebisee. Sebuah website yang dimulai dari ketertarikan saya akan digital marketing.